Minggu, Mei 26Website Resmi DPRD Kab. Sumedang
  • Selamat Datang di Situs Resmi DPRD Kabupaten Sumedang

Tidak Representatif, Komisi III Setuju Puskesmas Sukagalih Direlokasi

KUNJUNGAN Komisi III ke Puskesmas Sukagalih, Jumat. humas/dprd sumedang

DPRD SUMEDANG – Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang mendukung rencana pemindahan/relokasi Puskesmas Sukagalih Kecamatan Sumedang Selatan yang dinilai berlokasi di tempat yang kurang sesuai dengan fungsinya ke tempat yang lebih representatif.

Anggota Komis III Yogie Yaman Santosa menuturkan kondisi puskesmas yang sempit dan berada di atas jalan, mengharuskan pengunjung berjalan menanjak untuk sampai di tempat akan menambah beban bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Ya kondisi puskesmas yang sempit, berada di atas jalan. Harus segera direlokasi,” ungkapnya usai kunjungan lapangan ke Puskesmas Sukagalih, Jumat (8/3/2019).

Yogie mengatakan, usulan relokasi puskesmas tersebut sudah masuk pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang selanjutnya akan dibahas pada Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan selanjutnya ditindaklanjuti untuk dianggarkan.

Senada, Anggota Komisi III lainnya Bagus Noorochmat menuturkan, relokasi puskesmas diharapkan segera dilakukan. Menurutnya, hal itu tersebut dapat dilakukan memanfaatkan hak guna lahan atau bekerjasama dengan desa.

Bagus mengungkapkan, pengembangan puskesmas saat ini sudah luar biasa dari yang semula puskesmas pembantu menjadi unit pengelola teknis (UPT).

“Dari sisi tugas, Puskesmas Sukagalih tidak terlalu repot hanya membantu penanganan. Tugas sumber daya manusia (SDM) di puskesmas bagaimana caranya menghadapi penanganan dan sarana dan prasaranya harus memadai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukagalih Yeyet menuturkan, kondisi SDM di puskesmasnya cukup memadai, efek pelaksananaan Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) yang sudah berjalan dua tahun mulai dirasakan, kerjasama dengan BPJS berjalan dengan baik. Pada 2018 pendapatannya mencapai Rp691 juta dengan pengeluaran Rp sekitar Rp570 juta.

Namun, kata Yeyet, pihaknya masih membutuhkan keberadaan dokter umum dan gigi, akuntan serta apoteker.

“Dan untuk lokasi puskesmas harus diperhatikan karena tidak representatif. Untuk relokasinya sudah diajukan ke Gunasari,” tuturnya. humas dprd