Kamis, Oktober 17Website Resmi DPRD Kab. Sumedang
  • Selamat Datang di Situs Resmi DPRD Kabupaten Sumedang

Peringati HAN 2019, Bunda Susi: Anak Harus jadi Generasi yang Kuat

SEJUMLAH anak-anak ramaikan karnaval Hari Anak Nasional. humpro/dprd sumedang

SUMEDANG — Ribuan anak-anak dari berbagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Sumedang meramaikan karnaval peringatan Hari Anak Nasional dan Gebyar Literasi 2019, yang bertajuk Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak, di Alun-alun Sumedang, Selasa (23/7/2019).

Satu-persatu rombongan peserta karnaval dari masing-masing PAUD dan TK itu menunjukkan berbagai kebolehannya mulai dari seni tari, kostum yang menarik dan sebagainya di hadapan Bunda PAUD Sumedang Ibu Bupati Sumedang Hj. Susi Gantini S.Si dan sejumlah pejabat lainnya.

PENYERAHAN buku kumpulan cerita dari pembaga pendidikan non formal. humpro/dprd sumedang

Bunda Susi mengatakan, pihaknya berharap anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa dapat menjadi generasi yang kuat.

Karena, kata Susi, tidak mudah mengembangkan anak di tengah perkembangan zaman seperti sekarang ini di mana terdapat gawai/gadget, yang cenderung membuat anak menjadi lebih individual.

“Kemudian juga egonya menjadi lebih tinggi, tentu perlu adanya kolaborasi seluruh pihak tidak hanya orang tua saja. Seperti sekolah, pemerintah juga harus membuat program-program yang bisa untuk ke depannya membentuk generasi-generasi yang kuat tidak lemah.

KASUBAG Humpro Setwan Sumedang Eka Mutia HG S.E, M.M. humpro/dprd sumedang

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan Kepala Sub Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Sumedang Eka Mutia HG S.E, MM. Menurutnya, guna mencegah anak mengalami ketergantungan terhadap gawai, maka harus terus diperkenalkan terhadap berbagai seni budaya dan tradisi khas.

Eka menuturkan, anak-anak harus bermain sesuai dengan usianya masing-masing, termasuk dalam berpenampilan dan musik yang didengarkan.

“Anak-anak itu jangan tergantung pada gadget, harus dikenalkan pada kaulinan-kaulinan khas zaman dulu, lalu bermain sesuai dengan usianya, lagu-lagu yang didengarkan pun jangan lagu dewasa,” tuturnya usai menghadiri acara tersebut.

Selanjutnya, Eka mengapresiasi kegiatan karnaval tersebut. Di mana anak-anak dapat menunjukan kreatifitasnya.

“Saya mengapresiasi kegiatan kemarin. Melihat kreatifitas anak-anak muali daei menari, menyanyi, semuanya agar dikembangkan,” ungkapnya. humas dan protokol