Minggu, September 15Website Resmi DPRD Kab. Sumedang
  • Selamat Datang di Situs Resmi DPRD Kabupaten Sumedang

Komisi III Tinjau RS Berlian Kasih

JAJARAN Komisi III mlihat-lihat ruang perawatan RS Berlian Kasih, Selasa. humpro/dprd sumedang

DPRD SUMEDANG – Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang melakukan kunjungan fungsi pengawasan ke Rumah Sakit Berlian Kasih, yang berlokasi di Jalan Raya Bandung-Cirebon tepatnya di Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, Sumedang, (11/6/2019).

Jajaran Komisi III diterima langsung oleh pemilik Rumah Sakit Berlian Kasih Ir. Natan beserta staf lainnya di Ruang Rapat RSBK. Juga dihadiri Kepala Desa Serang Welly.

Ketua Komisi III Dr. Iwan Nugraha mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meninjau sinergitas visi pelayanan kesehatan yang akan diberlakukan oleh pihak rumah sakit tipe C itu pada saat beroperasi nanti. Mulai dari fasilitas kesehatan, jumlah ruangan dan tempat tidur hingga berbagai tahapan proses lainnya.

Yang mana, setelah selesai dibangun beberapa waktu, hingga saat ini rumah sakit tersebut belum beroperasi dikarenakan terkendala belum mendapat izin dari dinas terkait.

“Kami Komisi III melakukan fungsi pengawasan ke RSBK dalam bidang kesehatan, untuk mngetahui secara langsung berbagai informasi pelayanan kesehatan yang akan dterapkan di rumah sakit ini,” ujarnya.

Iwan menuturkan, jumlah ketersediaan tempat tidur untuk rawat inap yang dimiliki rumah sakit yang ada di Sumedang belum seimbang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumedang yang mencapai 1 juta 200 jiwa.

DIALOG Komisi III-RS Berlian Kasih, Selasa. humpro/dprd sumedang

“Kami menyadari jumlah ketersediaan bed (tempat tidur) belum mencukupi. Masih membutuhkan 600an bed. Makanya, ketika ada rumah sakit swasta berinvestasi di Sumedang, kami ingin mencoba klarifikasi, mengamati sejauh mana perkembangannya,” katanya.

Sehingga, kata Iwan, keberadaan rumah sakit swasta baru di Sumedang diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam memenuhi kebutuhan tempat tidur tersebut.

“Yang jelas prosedur perizinannya ditempuh sesegera mungkin. Karena di era online, mau tidak tidak mau ketika ada kekurangan yang belum terpenuhi tidak akan keluar izinnya,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III lainnya, Bagoes Noorochmat AT mengatakan, pihaknya mengapresiasi pihak pemilik rumah sakit atas kesediaannya berinvestasi di Kota Tahu. Namun, Bagoes juga menekankan agar pihak rumah sakit memerhatikan berbagai aturan yang berlaku di Sumedang.

“Saya juga berharap adanya rumah sakit ini dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap daerah. Mulai dari pendapatan asli daerah (PAD), peningkatan ekonomi warga sekitar hingga pemberdayaantenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, pemilik RSBK Ir. Natan menuturkan, pihaknya sudah mengurus berbagai kebutuhan rumah sakit tersebut. Mulai dari alat-alat kesehatan, tenaga medis dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Untuk RSBK ini sudah legal, karena segala bentuk perizinan sudah diurus tinggal melengkapi beberapa berkas lagi. Selain itu, tanah milik pribadi sudah ada pembebasan lahan untuk keperluan rumah salit. Alat kesehatan sudah siap. Rencana Juli sudah bisa menerima pasien,” ungkapnya. humas dan protokol