Kamis, November 14Website Resmi DPRD Kab. Sumedang
  • Selamat Datang di Situs Resmi DPRD Kabupaten Sumedang

Komisi II: Momentum Kurban Harus Tingkatkan Ekonomi Umat

JAJARAN Komisi II berdialog bersama Kadis Ade Guntara, Rabu. humpro/dprd sumedang

DPRD SUMEDANG — Jelang hari raya Idul Adha 1440 Hijriah Komisi II melaksanakan fungsi pengawasan ke Dinas Peternakan dan Perikanan guna mengecek kesiapannya dalam menyiapkan hewan kurban, Rabu (12/6/2019).

Jika melihat kalender masehi, maka Idul Adha akan jatuh pada 11-14 Agustus 2019 mendatang.

Wakil Ketua Komisi II Dr. H. Asep Sumaryana Ir, M.Si mengatakan, moment Idul Adha yang kurang lebih dilaksanakan dua bulan lagi itu harus berdampak pada peningkatan ekonomi umat sebagaimana visi misi Sumedang Simpati, sejahtera dan agamis.

“Pelaksanaan kurban ini harus bisa membumikan Islam di Sumedang. Filosofi agama itu harusnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Jumlah penduduk Sumedang berjumlah 1juta200 jiwa. Jika merujuk jumlah orang dewasa yang tercantum di daftar hak pilih yang mencapai 800ribuan, maka akan ada permintaan hewan kurban yang besar di situ.

“Kalau saja dilaksanakan oleh masyarakat Sumedang, maka akan ada permintaan hewan kurban yang tinggi, berarti ketersediaan hewan juga harus tinggi. kami Komisi II yang membidangi ekonomi mendoring bupati agar ada peningkatan ekonomi,” katanya.

Selain itu, lanjut Asum, sapaan akrabnya, pihaknya juga mendorong agar pembagian daging kurban lebih tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

Misalnya, bisa didistribusikan ke daerah masyarakat terdampak pembangungan Waduk Jatigede. Sehingga, ritual kegamaan tersebut dapat berdampak besar bagi kehidupan sosial. Dan pembenahan lokasi penjualan hewan kurban.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Sumedang Ir. Ade Guntara Ardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan guna memenuhhi kebutuhan hewan kurban di Kota Tahu.

Mulai dari perencanaan menghadapi kurban yang meliputi pemantauan hewan kurban sebelum dipotong di tempat-tempat penjualan dan sesudah dipotong; sosialisasi pemotongan terhadap dewan kemakmuran masjid (DKM), pemeriksaan sebelum pemotongan (ante mortem) terhadap petugas UPTD di wilayah dan kesmavet terhadap ibu-ibu PKK.

Kemudian pemantauan pedagang hewan kurban di pinggir jalan, di kandang, di bandar-bandar dan masjid-masjid atau tempat pemotongan lainnya.

Petugas juga akan memeriksa kelayakan hewan kurban baik dari segi syariah maupun kesehatannya yang dilihat dari umur dan kondisi fisiknya. Yang nantinya, hewan kurban yang memenuhi syarat akan diberikan kalung sebagai tanda.

Ade juga memaparkan prediksi potensi ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban, yaitu, ketersedian untuk sapi 2.253 ekor dan kebutuhannya 1.155 ekor; domba 15.682 dan kebutuhannya 4.292 ekor; kemudian kambing 859 dan kebutuhannya 556 ekor.

“Ternak kurban yang ada di Sumedang, selain untuk kebutuhan sendiri, juga dapat memasok untuk wilayah-wilayah sekitar atau luar Sumedang,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Ade, hewan kurban yang baik adalah hewan kurban yang memenuhi persyaratan HAUS, yaitu, Halal, Utuh dan Sehat.

“Jadi hewan kurban yang baik harus yang HAUS,” ucapnya. humas dan protokol