Komisi III DPRD Tulungagung Cari Tahu Pengembangan Desa Wisata di Sumedang

DPRD SUMEDANG, Komisi III -- Komisi III DPRD Kabupaten Sumedang menerima kunjungan kerja dari Komisi III Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur, Selasa (20/10/2020).


ANGGOTA Komisi III Ir. Edi Askari, M.Si (tengah) menerima kunker Komisi III DPRD Tulungagung, Selasa. humpro

Rombongan kunker diterima oleh Anggota Komisi III Ir. Edi Askari, M.Si, dan Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumedang Ellan R Nagari, di Ruang Rapat I DPRD Sumedang.



Ketua Komisi III DPRD Tulungagung Abdullah Munif mengatakan, tujuan kunker adalah untuk mengetahui sejauh mana pengembangan pariwisata desa di Sumedang.

Seiring rencana pembuatan peraturan daerah tentang pengembangan wisata di Tulungagung.

Menurutnya, peta wisata di Tulungagung terbagi pada dua sisi wilayah. Yakni wilayah selatan Tulungagung dikhususkan untuk pengembangan objek wisata pantai.



Sedangkan di wilayah utara, sama dengan Sumedang, yaitu pengembangan wisata agro karena kondisi daerahnya meliputi pegunungan dan perbukitan.

"Dan kami ingin membuatkan peraturan daerah tentang pengembangan pariwisata dan bentuk kerjasama seperti yang telah dikembangkan oleh Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Menanggapi itu, Anggota Komisi III Edi Askari mengatakan, pengembangan pariwisata di Sumedang sudah tertuang dalam RPJMD yang menetapkan Sumedang sebagai kabupaten wisata.

"Maka pengembangan pariwisata di Sumedang menjadi hal yang serius dilakukan oleh Bupati Sumedang saat ini.Pariwisata Sumedang dilihat dari kondisi wilayah yang banyak pengunungan maka dikembnagkan wisata agro, dan sebagiannya saat ini adalah wisata Jatigede dan Batudua," katanya.

Menurutnya, dalam mengembangkannya, memerlukan berbagai inovasi-inovasi dengan menggandeng konsultan yang ahli di bidang penataan lokasi objek wisata.

Selain itu, memerlukan kreativitas dalam mempromosikannya. Mulai dari melibatkan masyarakat sekitar hingga memanfaatkan berbagai media sosial untuk mem-booming-kan objek wisata tersebut.

Selain itu, Edi menuturkan, peranan pemerintah dalam pengembangan desa wisata adalah mengakomodir permintaan desa yang ingin mengembangkan potensi pariwisatanya.

"Desa bisa mengajukan anggaran bagi pengembangan pariwisata di daerahnya dengan mengajukan proposal ke pihak kabupaten. Namun sebelummnya harus dibahas terlebih dahulu lewat musrenbang, kemudian kabupaten mengalokasikannya lewat bantuan dana Bakudes," tuturnya.

Sementara itu, masih di tempat yang sama, Kabid Pariwisata Ellan mengatakan, pengembangan pariwisata di Sumedang yang meliputi 102 titik wisata rintisan, dengan melibatkan perguruan tinggai dan OSIS di sekolah untuk mempromosikannya di media sosial.

"Ada 102 titik wisata rintisan di Sumedang. Dan dalam pengembangannya kami melibatkan tim akademisi termasuk OSIS yang mempromosikannya dengan mempostingnya di media sosial," ujarnya. humpro

BERI KOMENTAR

Silahkan isi formulir untuk Komentar!

Komentar

  • Admin
    21 Oct 2020

    Silahkan isi formulir untuk Komentar!