DPRD Sumedang Minta Pendirian Tower BTS di Pandai Tunggu Izin Keluar

DPRD SUMEDANG -- DPRD Kabupaten Sumedang menerima audiensi dari sejumlah warga RT 5/1 Lingkungan Panday, Kecamatan Sumedang Selatan beserta Forum Kepemudaan AMX Sumedang, Selasa, (13/10/2020).

Audiensi tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD H. Ilmawan Muhamad, S.Ag didampingi oleh Ketua Komisi I  Asep Kurnia, S.H, M.H dan sejumlah Anggota DPRD dari Komisi I, II, dan IV, di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat.


WARGA Pandai, Sumedang Selatan beraudiensi bersama DPRD Sumedang, Selasa. humpro

Adapun tujuan digelarnya audiensi tersebut guna membahas pendirian Tower BTS di daerah Panday tersebut.

Warga setempat Dedi, menuturkan, bahwa seluruh prosedur dalam rangka rencana pendirian tower yang ada di wilayahnya sudah ditempuh, termasuk di dalamnya pengajuan izin dari warga lingkungan dan SKPD terkait.

"Beberapa tahapan sudah kami tempuh, hanya saja ada beberapa warga yang masih mempunyai pemahaman berbeda," ujarnya.

Pernyataan Ketua RW saat itu diperkuat dari keterangan yang diberikan pihak vendor, yang memaparkan bahwa terkait perizinan pendirian tower dimaksud, sudah diajukan ke pihak DPMPTSP dan tinggal menunggu surat rekomendasi turun. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Ilmawan mengatakan bahwa terkait kendala atas pendirian tower tersebut, seluruh pihak baik yang menyetujui dan yang belum setuju agar duduk bersama sehingga didapatkan titik temu berupa win-win solution.

"Hal pertama yang harus dilakukan setiap SKPD terkait pembangunan (tower) dan semua yang terlibat dalam pembangunan ini harap segera menindaklanjuti untuk dilakukan pengkajian supaya segera ada kejelasan," ujarnya.

Selanjutnya, Ilmawan secara khusus juga meminta pihak vendor, agar sebelum izin keluar untuk tidak melakukan pembangunan tower dalam bentuk apapun. 

"Terakhir, kepada Satpol PP kami mohon untuk bisa mengecek ke lokasi kemudian juga kepada rekan - rekan dari komisi terkait juga bisa sama - sama mengecek ke lapangan, sehingga permasalah - permasalahan yang masih belum dapat diselesaikan saat ini semoga secepatnya ada solusi," pungkasnya. artika/humpro

BERI KOMENTAR

Silahkan isi formulir untuk Komentar!

Komentar

  • Ahmad
    2020-10-14 14:24:25
    Jgn terlalu memaksakan krn di panday itu tempatnya padat pemukiman jadi lebih baik cari tempat lain yg lebih kondusif supaya kenyaman warga tetap diperhatikan
  • Saripudin
    2020-10-14 14:35:02
    Dalam prosedur pembuatan tower apabila tinggi tower 35 meter maka titik aman dari tower ke pemukiman warga harus minimal 30 m, hal ini utk mengurangi resiko keselamatan warga apabila tower tsb jatuh ke pemukiman. Merujuk dari prosedur tsb maka di wilayah Panday sgt tidak layak bila didirikanTower dgn alasan keselamatan warga.
  • Sri.Spd
    2020-10-14 14:51:11
    Saya percaya kpd Para pemimpin kalo misalkan tempat itu tidak layak didirikan nya tower maka jgn keluarkan izin nya..
  • Ajat
    2020-10-15 18:25:49
    Kalo ada satu warga yang menolak atau tidak setuju didirikan tower dgn alasan mengganggu kenyaman hidup sangatlah wajar krn kenyaman hidup tidak bisa diganti dgn materi..